Sabtu, 15 Juni 2013

Misteri Danvers State Hospital

Misteri Danvers State Hospital Gadis  Rumah sakit biasanya menjadi tempat orang-orang untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Tapi, hal ini justru nggak dilakukan di Danvers State Hospital Massachusetts, AS. Rumah sakit jiwa ini justru melakukan pembedahan kejam yang membuat para pasiennya kehilangan nyawa. Kabarnya, arwah-arwah penasaran para pasien tersebut masih berkeliaran di tempat ini.

Danvers State Hospital dibuka pada 1978. Pada awalnya, rumah sakit jiw ini dibuat untuk menampung 500 jiwa pasien. Namun, pada 1920, jumlahnya bertambah hingga 2000 pasien. Kabarnya, orang-orang yang dirawat ini terbengkalai hingga beberapa di antaranya tidak bertahan hidup.  Rumor yang paling mencengangkan adalah di tempat ini dilakukan praktek pre-frontal lobotomy. Ini merupakan prosedur pembedahan dengan cara memasukkan selang ke dalam rongga mata dan menghubungkannya ke selaput otak. Selain itu, dikabarkan juga beberapa dokter melakukan shock treatment yang tidak manusiawi, seperti terapi kejut otak dan pemberian obat-obatan secara berlebihan.

Banyak orang yang percaya kawasan rumah sakit jiwa tersebut terkutuk. Selain banyak pasien yang tewas tanpa diketahui sebabnya, areal Danvers State Hospital berdiri di atas tempat banyak penyihir Salem dihukum mati. Pada tahun 1692, lokasi tersebut merupakan tempat pengadilan para perempuan yang diduga sebagai penyihir. Katanya sih, para korban tersebut memanterai daerah ini dengan kutukan. Nggak heran bangunan ini dinobatkan sebagai salah satu bangunan mengerikan di Amerika Serikat.

Pada tahun 1991, bangunan ini ditutup untuk pelayanan yang membuat bangunan tersebut ditelantarkan selama beberapa lama. Sampai pada 2007, bangunan ini berubah menjadi apartemen.  Banyak orang yang melaporkan kejadian-kejadian mistis. Salah satunya adalah keluarga Levaseseur  yang tinggal di lantai bawah Danvers State Hospital. Keluarga ini sering mendengarkan langkah kaki di atas tangga, pintu yang terbuka sendiri dan saklar lampu menyala tiba-tiba. Padahal, tidak ada satu pun orang di dalam rumah. Terkadang mereka mendengar teriakan minta tolong dari ruangan lain. Bahkan, keluarga tersebut sempat bertemu dengan penampakan perempuan tua dengan tatapan marah. Ngeri ya!

Selasa, 11 Juni 2013

Go Green, Jepang Membuat Casing iPhone dari Rumput

Seperti yang sudah sering kita lihat di pasaran, banyak sekarang casing ponsel baik untuk segala jenis model ponsel mempunyai model yang sangat unik. Hal ini tentu saja membuat kita para pengguna ponsel tersebut tertarik dan ingin membeli casing tersebut. Terbuat dari bahan biasa yaitu karet maupun sampai bahan yang cukup elastis, sepertinya kualitas casing saat ini cukup buruk. Saat ini untuk para pemilik iPhone tidak perlu khawatir dan bingung lagi untuk mencai model casing ponsel yang unik. Sebuah perusahaan asal Jepang bernama Ag Ltd menciptakan sebuah iPhone dengan menggunakan bahan elektrostatis berbentuk rumput yang ramah lingkungan dan tidak mempunyai efek buruk.

 51806d53e79bc1367371091grassy_iphone_case-590x336-1 

Saat ini memang casing iPhone mempunyai bentuk yang keren yang membuat kita ngiler untuk membelinya. Beberapa casing iPhone tersebut selain mempunyai model yang keren, ternyata ada juga casing yang menyediakan baterai tambahan untuk memperpanjang daya tahan baterai handset buatan Apple tersebut. Dengan hadirnya casing unik berbentuk rumput yang terbuat dari bahakn elektrostatis, sepertinya casing yang sebelum-sebelumnya bakal kalah. Casing tersebut memiliki bentuk maupun warna yang sangat mirip dengan rumput yang biasa tumbuh di sebuah taman kota. Pasalnya pihak produsen casing tersebut memang mengklaim jika casing tersebut memang dibuat berdasarkan rumput yang terdapat pada salah satu taman bernama Yoyogi Park di Tokyo, Jepang. Ini berarti, selain ramah lingkungan, sepertinya iPhone kita akan selalu terkena efek penghijauan dan membuat ponsel iPhone selalu dingin segar.

 51806d4cd0ccf1367371084shibaful-iphone-case_2 

Lebih hebat lagi, Permukaan pada casing tersebut sangat halus tidak seperti rumput yang kasar. Bagian casing yang sudah diratakan dan dibuat halus sedemikian rupa dipastikan dapat membuat para penggunanya merasa nyaman saat memegang. Sayangnya casing ini belum dipasarkan diseluruh dunia khususnya negara kita. Rencananya Casing ini sendiri diperkirakan mulai meluncur ke pasaran mulai pekan ini. Casing yang menyegarkan mata dan nyaman untuk dipegang ini akan dibanderol seharga USD 41 atau sekitar Rp 400 ribu. 

sumber: j-cul.com

Selasa, 14 Mei 2013

Kenapa Setir Mobil Indonesia Berada di Kanan?

Left-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kiri jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir atau kemudi pada mobil ada di sebelah kanan. Contoh paling gampang adalah yang berlaku di Indonesia. Negara lainnya yang menganut sistem yang sama adalah United Kingdom (Britania Raya), Jepang, Australia, India, Singapura, dan Malaysia.

Asal usul penggunaan kemudi di sebelah kanan ini sendiri diperkirakan berasal dari kebiasaan Ksatria di Kerajaan Inggris semasa perang yang memakai kereta perang, agar memudahkan ketika akan beradu pedang dengan musuhnya yang ada di sebelah kanan (sisi pedang) karena biasanya orang menggunakan tangan kanannya untuk menggenggam pedang. Dari kebiasaan penggunaan kereta perang tersebut tersebut kemudian dilanjutkan peletakan kemudi pada mobil.

 Sebaliknya, right-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kanan jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir atau kemudi pada mobil berada di sebelah kiri. Contoh: Amerika Serikat, mayoritas negara Eropa (kecuali Britania Raya) dan China.

Dan ternyata Indonesia tergolong minoritas di dunia dalam menggunakan lajur kiri jalan alias left-driving country. Dari data yang ada, hanya 75 negara (termasuk Indonesia) yang menganut left-driving, sedangkan yang menganut right-driving ada 165 negara. Begitu juga jika dilihat dari statistik populasi penduduk, maka 34% penduduk dunia berasal dari left-driving countries, sedangkan 66% sisanya berasal dari right-driving countries. Berikut peta sebaran left vs right driving countries di dunia saat ini.


Mengapa Indonesia menjadi left-driving countries? Tidak ada sejarah yang jelas mengenai hal tersebut. Namun demikian saya mencoba menganalisisnya. Ada beberapa faktor yang kemungkinan berpengaruh besar terhadap gaya berkendara orang Indonesia, yaitu:
  1. Mayoritas mobil yang ada di pasaran Indonesia adalah buatan Jepang yang notabene berasal dari left-driving country. Sedangkan mobil Eropa yang menggunakan aturan right-driving countries kurang laku di pasar Indonesia.
  2. Posisi Indonesia "terjepit" oleh negara-negara commonwealth (persemakmuran) seperti Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia yang jelas-jelas berkiblat pada Britania Raya yang menganut left-driving countries. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap kebiasaan masyarakat dan politik dagang negara kita.
  3. Pada masa penjajahan Belanda, para pejabat Belanda memakai mobil-mobil mewah produksi pabrikan Inggris. Meskipun Mercedes dan BMW pada masa itu sudah memproduksi mobil yang cenderung mewah, tapi pada zaman tersebut merk mobil di atas belum menjadi simbol kemewahan seperti Rolls Royce dan Jaguar buatan Inggris. Hal ini kemudian berlanjut pada awal kemerdekaan dimana mobil pejabat menggunakan mobil pabrikan Inggris dengan kemudi di sebelah kanan.
  4. Dan terakhir adalah analisis menurut budaya. Kita sebagai orang Indonesia, dimana bila kita berjalan dengan orang yang lebih muda ataupun dengan wanita, maka kita sebagai lelaki harus berada di sebelah kanan untuk melindungi orang tersebut. Jika dihubungkan dengan kemudi yang berada di sebelah kanan, maka yang berpotensi terkena bahaya duluan ketika di jalan adalah orang yang berada di sebelah kanan yaitu pengemudi. Sehingga diharapkan pengemudi akan mengendarai dengan hati-hati dan melindungi semua penumpangnya.

Negara yang Berpindah Aturan

Pada tanggal 7 September 2009, Samoa (189.000 penduduk) menjadi negara pertama di dunia mengubah aturan dari right-driving menjadi left-driving. Samoa sebelumnya menganut right-driving sejak lama karena menjadi koloni Jerman pada awal abad ke-20, meskipun Samoa dikelola oleh Selandia Baru setelah Perang Dunia Pertama dan meraih kemerdekaan pada 1962. Perdana Menteri Tuilaepa Sailele Malielegaoi mengubah aturan untuk membuatnya lebih mudah untuk impor mobil murah dari Jepang, Australia dan Selandia Baru.

Wajah Selebritis Ternyata Hasil 'Reinkarnasi' Masa Lalu

Reinkarnasi adalah kelahiran kembali. Reinkarnasi merupakan sebuah konsep yang percaya bahwa seseorang yang sudah meninggal tidak hilang begitu saja, dia akan kembali hadir di kehidupan yang lain, kehidupan beberapa waktu setelah kematiannya. Jiwa mereka yang sudah meninggal akan kembali hadir dalam bentuk yang lain, begitu seterusnya hingga jiwa tersebut menemukan kesempurnaan.

Jika melihat konsep reinkarnasi, sebenarnya hanya jiwa yang berpindah, bukan bentuk fisik. Tetapi beberapa waktu yang lalu kami melihat beberapa wajah yang sangat familiar dengan selebritis Hollywood. Kemiripan wajah tersebut dibahas cukup gencar di dunia maya. Kemiripan yang bagai saudara kembar terpisah zaman tersebut membuat banyak orang memberi label reinkarnasi.

Bisa jadi kemiripan ini hanya kebetulan, atau karena pengambilan sudut gambar yang membuat dua orang berbeda zaman ini terlihat mirip. Ingin tahu seberapa mirip selebriti dan wajah mereka sebelum 'reinkarnasi'?





  1. Justin Timberlake Anda pasti kenal penyanyi yang seksi ini. Banyak orang mengatakan bahwa Justin Timberlake adalah tipe bad boy yang bisa menggaet wanita manapun yang dia mau. Coba lihat tatapan mata pria ini, wanita mana yang tidak berdebar saat menatapnya.

Hmm.. nyatanya, Justin Timberlake sangat mirip dengan seorang penjahat di masa lalu. Dari sumber yang kami ambil, tidak diketahui siapa nama penjahat di masa lalu tersebut. Mereka sangat mirip bukan?
2. Nicolas Cage Silakan tercengang melihat kemiripan keduanya. Nicolas Cage adalah aktor tampan yang sudah membintangi puluhan film, Anda pasti mengingatnya dalam film National Treasure dan Ghost Rider. Ketampanan Nicolas Cage ternyata telah ada di masa lalu.

Sangat mengherankan bagaimana keduanya hidup di zaman yang sangat berbeda. Semua bagian wajah hampir sama, hanya pakaian dan kualitas foto saja yang berbeda. Wah wah.. bahkan garis rambut mereka juga sama.


3. Keanu Reeves Masih ingat dengan si tampan Keanu Reeves yang bermain dalam film The Matrix? Aktor tampan ini seolah tidak kenal kata penuaan, wajahnya selalu tampak muda. Tidak hanya itu, wajah tampan Keanu Reeves dianggap mirip dengan Louis-Maurice Boutet de Monvel.

Louis-Maurice Boutet de Monvel adalah seorang seniman dari Prancis yang spesial menghasilkan karya lukisan cat minyak. Beliau lahir pada tahun 1851 dan meninggal pada tahun 1913. Keanu Reeves sendiri baru lahir pada tahun 1964
4. Robert PattinsonAktor tampan yang satu ini pasti sudah Anda kenal dengan baik, Robert Pattinson. Si vampir tampan yang bermain dalam film Twilight. Wajahnya yang tampan, cool tetapi kadang 'bengal' ternyata sudah ada sejak zaman dahulu.

Tidak diketahui siapa nama pria dalam foto masa lalu ini, tetapi banyak orang mengatakan bahwa dia mirip dengan Robert Pattinson. Struktur tulang wajahnya hampir sama, bentuk hidungnya juga hampir sama, dan tatapan mata itu juga mirip. Bagaimana menurut Anda?

5. Rupert Grint Masih ingat dengan wajah ini? Dia adalah Ron Weasley teman Harry Potter yang diperankan oleh Rupert Grint. Oke.. oke.. Anda pasti mengira bahwa foto di bagian kanan juga Rupert Grint yang didandani jadul ala pria Eropa di masa lalu.

Nyatanya bukan, pria di samping kanan adalah Sir David Wilkie. Dia adalah seorang seniman yang lahir pada tahun 1785 dan meninggal pada tahun 1841. Tahun yang sangat jauh dari masa kini. Tetapi.. kami akui mereka berdua memang sangat mirip

6. Maggie Gyllenhaal  Jika diperhatikan, foto di atas seperti ibu dan anak, tetapi bukan. Foto sebelah kiri adalah Maggie Gyllenhaal, dia adalah aktris Amerika yang bermain dalam film World Trade Center dan The Dark Knight. Maggie tidak punya hubungan keluarga dengan wanita di foto sebelah kanan.

Wanita di samping Maggie adalah Rose Wilder Lane, seorang penulis dan novelis yang lahir pada tahun 1886 dan meninggal pada tahun 1968. Sementara itu, Maggie baru lahir di tahun 1977. Mereka mirip bukan? Tatapan mata keduanya memiliki keteduhan dan kelembutan yang sama
  
For  http://www.vemale.com/ragam/22009-wajah-selebritis-ternyata-hasil-reinkarnasi-masa-lalu.html

Minggu, 17 Februari 2013

i'm not afraid of u





i draw it because i like twilight. XD

Warga Jepang Makin Malas, Tingkat Kepintaran Menurun Drastis!

TRIBUNNEWS.COM -
Berbagai pelajar di 41 negara yang masuk kelompok OECD (Organization for Economic Cooperation and Development), diungkapkan tingkat kecerdasannya. Jepang merosot drastis dari yang tadinya peringkat kedua terpintar kini hanya peringkat keenam, untuk yang berusia 15 tahun. Dari segi membaca, kepintarannya juga menurun dari peringkat ke-15 dari sebelumnya peringkat ke-14. Dari segi penguasaan matematika juga menurun ke peringkat 10 dari sebelumnya peringkat ke-6. Terus-menerus menurun dari tahun ke tahun saat ini.

Menurut Sekjen OECD Angel Gurria, pelajar Jepang pintar dalam teoritis dan angka, tetapi bingung kalau sudah melakukan implementasi dalam kehidupan sesungguhnya.

Di lain pihak, kuil besar, Kiyomizu di Kyoto, 12 Desember 2007, mengumumkan bahwa kata “Gi” atau berarti pemalsuan, menjadi kata kunci untuk tahun 2007. Banyak sekali pemalsuan terjadi. Mulai pemalsuan daging dalam negeri yang dicampur daging Australia, pemalsuan kuitansi uang pensiunan negara, pemalsuan tanggal berakhir makanan sehingga bisa dijual lebih lama, bahkan pertengahan Desember ini terungkap pemalsuan data konstruksi 40 jalan raya di Jepang oleh perusahaan Fujimori Industries.

Apa arti semua itu bagi Jepang? Negeri Sakura yang begitu indah kini jauh berbeda. Manusianya banyak yang semakin malas, kejahatan kerah putih semakin banyak, berarti moral banyak manusianya semakin tidak benar, semakin degradasi. Lebih jauh berarti dalam berbisnis dengan Jepang kita pun harus berhati-hati. Apalagi orang Jepang yang sudah lama tinggal di Indonesia (empat tahun atau lebih), diperkirakan akan tercemar alam “kebohongan” di Indonesia. Suara besar tapi tak ada isinya. Jangan cepat percaya kepada mereka itu. Jangan heran apabila nantinya kemungkinan semakin banyak manusia Indonesia ditipu orang Jepang.

Keadaan Jepang memang telah berbeda. Generasi muda Jepang kebanyakan hanya berpikiran uang saja, terutama yang berada di perkotaan besar seperti Tokyo. Masa bodoh dengan persoalan sosial. Pengumpulan dana untuk kemanusiaan dianggap aneh. Jalur penyaluran dana kemanusiaan sudah tergariskan, yaitu melalui Palang Merah Jepang atau lewat Keidanren (Federasi Organisasi Ekonomi Jepang) bagi para pengusaha.

Jadi apabila kita satu kelompok masyarakat mengumpulkan, apalagi pribadi perorangan yang berinisiatif mengumpulkan dana kemanusiaan, akan sangat sulit melakukan kegiatan sosial tersebut di Jepang. Bisa-bisa bahkan berurusan sama polisi. Dianggap aneh bahkan dicurigai untuk cari uang bagi kantong sendiri. Padahal si pencari dana sosial pasti menjelaskan rinci dan melaporkan rinci semua kegiatannya. Meskipun demikian kasus uang dikorupsi atau digelapkan atas upaya pencarian dana kemanusiaan itu, terjadi pula di Jepang dan bahkan sudah ditangani pihak kepolisian Jepang.

Itulah Jepang. Semua sudah terpola dengan sistem yang ada. Ke luar dari rel kerangka yang sudah “established” maka kita dianggap orang aneh dan sulit sekali bahkan mungkin mustahil menembus kerangka tersebut.

Kebobrokan Jepang saat ini serta sikap materialistis yang ada di masyarakatnya tidak mengenal kata maaf. Kesalahan sekali habislah bisnis kita. Mungkin inilah yang sering disebut pola kerja kesempurnaan (kampeki na shigoto).

Karena itu sebelum terjadi kesalahan, semua diperiksa sangat teliti satu per satu sehingga memakan waktu cukup lama. Tak heran saat Windows 95 ke luar, Jepang ketinggalan setengah tahun (enam bulan) menerbitkan Versi Jepang Windows 95 tersebut karena perlu waktu penerjemahan dan uji coba berkali-kali yang semua itu membutuhkan waktu tidak sedikit.

Kerja yang sangat teliti dan sempurna ini perlu kita tiru. Tidak ada kerja 50 persen atau setengah-setengah. Yang ada hanyalah melakukan kerja 100 persen jadi dan selesai atau tidak sama sekali.

Karena itu apabila terjadi kesalahan kerja, risiko cukup besar dan kerugian juga besar, selain juga habis waktu dan habis energi untuk memperbaiki lebih lanjut.

Mungkin lain dengan pola pikir Indonesia yang “cincai-cincai” salah sedikit tidak apa-apalah. Apalagi kalau jual beli barang dengan harga murah, sering kali semakin tidak jelas hasilnya, "Beli barang murah aja rewel," malah kita diomelin si penjual.

Karena jangan heran kalau banyak pengusaha Indonesia yang agak atau bahkan kecewa berat saat berbisnis dengan orang Jepang yang disangka rewel, cerewet, pelit dan kesan negatif. Mengapa? Karena harus sempurna. Bukan soal murah atau mahal, kalau sudah "deal" harus dilaksanakan dan disampaikan dengan sempurna, tak boleh ada kekurangan sedikit pun.

Sebenarnya karena semua itu bagi pengusaha Jepang sudah ada standar dan hanya itu yang diinginkan tidak lebih tidak kurang. Di sinilah mungkin sering dianggap orang Indonesia sebagai kekakuan cara kerja orang Jepang.

Apabila di Indonesia kita mungkin senang menerima jumlah barang berlebih, belum tentu bagi pengusaha Jepang. Mengapa? Karena banyak faktor. Antara lain, tempat penyimpanan barang sudah diperhitungkan semua untuk berbagai jenis dan luasnya sangat terbatas.
Jadi apabila ada barang dikirimkan berlebih, berarti mengambil luas ruangan penyimpanan lebih besar dan hal ini justru malah mengacaukan penyimpanan barang jenis lainnya. Tidak seperti di Indonesia yang tanahnya atau tempat penyimpanannya sangat luas, tak menjadi masalah bagi barang yang berlebih.

Negeri penuh keterbatasan inilah membentuk karakter manusia serta pola pikir dan peraturan dalam kehidupan sehari-harinya. Mungkin dapat kita katakan, bahwa kehidupan masyarakat Jepang seperti robot. Tiap hari dari sini ke sana, melakukan yang itu-itu saja tak ada variasinya. Kalau suatu hari jalan menyerong sedikit, malah kebingungan.

Meskipun bisa dikatakan seperti robot, mereka sangat fokus pada bidang pekerjaan tertentu. Inilah mungkin yang membedakan dengan kita di Indonesia, serba bisa tapi tidak ada yang benar pada akhirnya, karena semua ingin dikerjakan. Mungkin bisa menjadi renungan bagi kita semua.



*) Penulis adalah CEO Office Promosi Ltd, Tokyo Japan, berdomisili dan berpengalaman lebih dari 20 tahun di Jepang


sumber:
http://www.tribunnews.com/2013/02/12...enurun-drastis

Kera Bertopeng Jadi Pelayan Restoran di Jepang





 Kera ini awalnya hanya menirukan cara pemilik restoran melayani pelanggan. Kini dua ekor kera itu menjadi pelayan tetap restoran.


TOKYO, KOMPAS.com - Sebuah restoran di Tokyo, Jepang memiliki karyawan yang tak lazim. Restoran bernama Kayabuki di Tokyo utara itu mempekerjakan dua ekor kera sebagai karyawannya.
Bahkan untuk lebih "memanusiakan" kedua ekor kera itu, pemilik restoran ini bahkan mengenakan topeng wajah manusia untuk keduanya.
Kedua kera itu bernama Yat-Chan dan Fuku-Chan bekerja sebagai pelayan. Yat-Chan berusia 16 tahun dengan lincah bergerak di antara meja-meja tetamu saat dia mengambil pesanan pengunjung.
Sementara itu, Fuku-Chan membawakan handuk hangat bagi pengunjung dan membantu mereka mencuci tangan sebelum menikmati makanan dan minuman.
Percaya atau tidak, kedua ekor kera ini terdaftar di kantor pemerintah sebagai karyawan restoran. Para pengunjung restoran nampaknya suka dilayani dua ekor kera lucu itu. Mereka kadang mendapatkan tip dari pengunjung berupa beberapa butir kacang.

"Kera-kera ini bahkan lebih baik dibanding beberapa pelayan manusia," kata Takayoshi Soeno, seorang pengunjung restoran.

Yat-Chan dan Fuku-Chan mengawali kariernya sebagai hewan peliharaan si empunya restoran, Kaoru Otsuka.
Namun, Yat-Chan perlahan-lahan mulai menirukan apa yang dilakukan Kaoru saat melayani tamu. Awalnya dia hanya memperhatikan namun lama kelamaan dia bisa mengerjakan semua tugas pelayan.

"Yat-Chan awalnya memperhatikan cara saya bekerja di restoran," kata Kaoru.

"Semuanya berawal saat saya memberinya sebuah handuk hangat dan tak disangka dia membawanya ke pelanggan," kenang Kaoru.

Beberapa pelanggan, kata Kaoru, bahkan memperlakukan kedua kera itu layaknya anak-anak.

"Mereka sebenarnya lebih baik. Putra saya tak pernah mendengarkan saya, tapi Yat-Chan mau mendengar saya," kata Shiochi Yano (62), pengunjung tetap restoran Kayabuki.
Para pengunjung juga mengatakan Yat-Chan mampu mengingat pesanan pelanggan.
"Kami meminta tambahan bir. Dan dia langsung membawakan kami bir. Sangat luar biasa melihat dia memahami bahasa manusia," ujar seorang pengunjung lain.



Sumber : oddity central